Dua ribu lima ratus empat puluh kilometer terbentang di antara kita. Dua zona waktu memisahkan raga kita. Sudah dua jam, suara kita bertemu setelah melalui perjalanan panjang lewat satelit.
“Assalamu’alaikum,… Apa kabar, Sayang?”
Dan cerita-cerita pun mengalir dari sana. Ada senyum, tawa, bahkan wajah yang cemberut. Kadang tangis rindu yang hadir menemani. Namun yang paling sering mengiringi adalah untaian kalimat penyejuk hati, penguat jiwa. Tanda rasa syukur pada Yang Maha Kuasa bahwa Dia masih sudi meneteskan nikmat iman yang membingkai dua hati yang saling mencinta karena-Nya. Meskipun tak jarang, seperti sekarang, perih mendera tatkala si kecil bertanya,
”Bunda, Ayah kemana?”
No comments:
Post a Comment